duri kehinaan menyisir jalan kembaraku
menghinakanku dihadapan keabadian
merobek busana kekuatanku
hingga aku semakin tak berdaya
lemah merapuh menjadi debu
biar, biarlah aku patah
lalu jatuh sampai ke tanah
dan sepi membelengguku
hingga hanya aku dan keabadian
wahai keabadianku...
diamku menyimpan keramaian
tak akan sanggup mulut ini menyampaikan
tak akan bisa bahasa mengungkapkan
hanya kalbu yang tak enggan mengemban
wahai keabadianku...
aku merindukan rindu yang suci
berilah aku ruang untuk menjaganya
enyahkanlah kenaifan yang akan mengusiknya
wahai keabadianku...
jiwaku pun akan abadi dalam genggaman keabadian
aku akan merangkak sampai memeluk keabadian
biarlah kakiku semakin sakit
biarlah aku semakin terluka
biarlah aku selalu merintih
hingga semuanya tak terasa lagi
karena hanya aku dan keabadian
by : ululriz