Aku...
Patah...
Jatuhku berserak membangunkan keheningan
Sepiku menusuk lembutnya kerisauan
Dan aku patah...
Layu karena tak tertopang
Jatuhku...
Melukai kulit mulusnya
Aku pun sepi...
Melihat hujan tanpa dingin
Dengarlah aku patahku!
Kau boleh membusuk
Tapi kau tak boleh mati
Karena kau tak akan benar-benar tersingkir
Mengemislah pada waktu!
Karena waktu tak pernah bersyarat
Hanya waktu tak suka kembali
Tapi terkadang mengulangnya
Kau pun boleh menerka batasmu
Karena batas sesungguhnya tak berbatas
Hanya saja kutakut kau terluka
Karena kau akan lupa dengan kelelahan
Dan patahku akan mengerti
Meski harus beradu dengan pasir