Minggu, 23 November 2014

Patahku

Aku...
Patah...
Jatuhku berserak membangunkan keheningan
Sepiku menusuk lembutnya kerisauan

Dan aku patah...
Layu karena tak tertopang

Jatuhku...
Melukai kulit mulusnya

Aku pun sepi...
Melihat hujan tanpa dingin

Dengarlah aku patahku!
Kau boleh membusuk
Tapi kau tak boleh mati
Karena kau tak akan benar-benar tersingkir

Mengemislah pada waktu!
Karena waktu tak pernah bersyarat
Hanya waktu tak suka kembali
Tapi terkadang mengulangnya

Kau pun boleh menerka batasmu
Karena batas sesungguhnya tak berbatas
Hanya saja kutakut kau terluka
Karena kau akan lupa dengan kelelahan

Dan patahku akan mengerti
Meski harus beradu dengan pasir

Sabtu, 25 Mei 2013

kalbu

Keabadianku

duri kehinaan menyisir jalan kembaraku
menghinakanku dihadapan keabadian
merobek busana kekuatanku
hingga aku semakin tak berdaya 
lemah merapuh menjadi debu
biar, biarlah aku patah 
lalu jatuh sampai ke tanah
dan sepi membelengguku
hingga hanya aku dan keabadian

wahai keabadianku...
diamku menyimpan keramaian
tak akan sanggup mulut ini menyampaikan
tak akan bisa bahasa mengungkapkan
hanya kalbu yang tak enggan mengemban

wahai keabadianku...
aku merindukan rindu yang suci
berilah aku ruang untuk menjaganya
enyahkanlah kenaifan yang akan mengusiknya

wahai keabadianku...
jiwaku pun akan abadi dalam genggaman keabadian
aku akan merangkak sampai memeluk keabadian
biarlah kakiku semakin sakit
biarlah aku semakin terluka 
biarlah aku selalu merintih
hingga semuanya tak terasa lagi
karena hanya aku dan keabadian 

by : ululriz



Rabu, 08 Mei 2013

posting pertama

setelah sekian lama mendamba punya blog, kini akhirnya bisa tercipta juga :D