Minggu, 23 November 2014

Patahku

Aku...
Patah...
Jatuhku berserak membangunkan keheningan
Sepiku menusuk lembutnya kerisauan

Dan aku patah...
Layu karena tak tertopang

Jatuhku...
Melukai kulit mulusnya

Aku pun sepi...
Melihat hujan tanpa dingin

Dengarlah aku patahku!
Kau boleh membusuk
Tapi kau tak boleh mati
Karena kau tak akan benar-benar tersingkir

Mengemislah pada waktu!
Karena waktu tak pernah bersyarat
Hanya waktu tak suka kembali
Tapi terkadang mengulangnya

Kau pun boleh menerka batasmu
Karena batas sesungguhnya tak berbatas
Hanya saja kutakut kau terluka
Karena kau akan lupa dengan kelelahan

Dan patahku akan mengerti
Meski harus beradu dengan pasir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar